Minggu, 03 Juni 2018

virus

VIRUS SECARA UMUM
    Virus Organisme Aseluler
Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat berada diluar sel atau didalam sel. Diluar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein. Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat memperbanyak diri. Virus dapat menyebabkan penyakit dan agen hereditas. Sebagai penyebab penyakit virus menginfeksi sel dan akan menyebabkan perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan fungsi sel, atau menyebabkan kematian. Sebagai agen hereditas virus dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan biasanya tidak membahayakan bahkan bermanfaat.
    Struktur, Bentuk, dan Ukuran Virus
1.      Ciri-ciri Virus
a.    Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
b.      Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan.
c.   Digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan reproduksi, metabolisme, dan memiliki asam nukleat.
d.      Hanya dapat berkembang biak didalam sel atau jaringan yang hidup.
e.      Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
f.       Virus berasal dari bahasa latin yaitu venom yang berarti cairan yang beracun.
g.      Bersifat parasit.
2.      Struktur Virus
a.       Bagian pusat mengandung ADN atau ARN dikelilingi oleh selubung atau Kapsid dari protein.
b.      Kapsid dibentuk dari beberapa protein.
c.       Kapsomer mempunyai bentuk seperti prisma, heksagonal, dan pentagonal.
3.      Bentuk Virus
Bentuk virus bermacam-macam yaitu silindris, kotak, oval, memanjang dan polihedron.

4.      Ukuran Virus
Ukuran virus lebih kecil dari bakteri antara 30 nm -300 nm.

     Klasifikasi Virus
1.      Berdasarkan Tempat Hidupnya
a.       Virus pemakan bakteri (Bakteriofag).
Bakteriofag adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup. Bentuk luar bakteriofag terdiri dari kepala yang berbentuk heksagonal, leher dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Bagian ekor berfungsi untuk memasukan DNA virus ke dalam sel inangnya.
b.      Virus Tumbuhan
Virus yang parasit pada sel tumbuhan. Contoh virus yang menjadi parasit pada tumbuhan yaitu Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).
c.       Virus Hewan
Virus yang parasit pada sel hewan. Contoh virus yang menjadi parasit pada hewan yaitu Virus Poliomylitis, Virus Vaccina, dan Virus Influenza.
2.      Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat
Dibedakan menjadi DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ss).
3.      Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus
a.       Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus).
Virus ini memiliki nukleoplasid yang dibungkus oleh membran terdiri dari dua lipid dan protein. Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinfeksi contoh Herpesvirus, corronavirus, dan orthomuxovirus.
b.      Virus yang tidak memiliki selubung.
Hanya memiliki kapsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contohnya Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.
.   Perkembangbiakan Virus
Virus menginfeksi sel inangnya, dalam hal ini inangnya berupa makhluk hidup lain seperti bakteri, sel tumbuhan, sel hewan. Cara reproduksi virus dikenal dengan proliferasi.
1.      Tahap – Tahap Perkembangbiakan Virus
a.       Daur Litik
1.      Tahap penempelan (adsorbsi)
Pada tahap ini, virus akan menempel pada sel inang, dengan ikatan khusus antara kapsid protein virus dengan reseptor pada permukaan sel inang. Ikatan ini membuat virus hanya dapat menempel pada inang tertentu, apabila tidak cocok maka virus tidak dapat menempel.
2.      Tahap injeksi
Pada tahapan ini, virus mulai memasukkan DNA atau RNA yang terkandung didalamnya, sedangkan selubung protein dari asam nukleat yang disebut kapsid tetap berada diluar sel. Setelah semua sel genetik berhasil masuk ke dalam sel inang, maka kapsid akan terlepas dari sel karena sudah tidak berguna lagi bagi virus tersebut. Tahap ini dibedakan menjadi 2,yaitu: Penetrasi adalah tahap di mana virus berusaha melubangi membran plasma sel inang menggunakan enzim seperti lisozim pada bakteriofage.  Pelepasan adalah tahap di mana virus melepaskan sepenuhnya DNA atau RNA dari kapsidnya agar dapat menginfeksi inang.
3.      Tahap sintesis
Setelah berhasil menginjeksi asam nukleat, bakteriofage tersebut menghasilkan enzim untuk menghentikan sintesis molekul bakteri (protein, RNA, DNA). Setelah sintesis protein dan asam nukleat dari sel inang berhenti, virus akan mengambil alih proses metabolisme sel inang. DNA dan RNA dari sel inang kemudian digunakan untuk menggandakan asam nukleat virus sebanyak mungkin.
4.      Tahap perakitan
Pada tahap perakitan, virus akan membentuk tubuh mereka. Pada tahapan ini, kapsid yang telah terbentuk pada tahap sintesis akan mulai diisi dengan asam nukleat yang telah tereplikasi sehingga menjadi virus yang utuh.
5.      Tahap lisis
Setelah terbentuk virus-virus baru yang sempurna, maka induk virus akan mengeluarkan enzim lisozim untuk menghancurkan sel inang yang kemudian diikuti dengan pelepasan virus-virus baru. Virus-virus baru yang dilepaskan pada satu kali daur berkisar anatara 100 – 200 virus. Virus baru ini kemudian akan mencari sel lain untuk kemudian melanjutkan daur hidup mereka.
2.      Daur Lisogenik
1.      Tahap adsorbsi
Pada tahapan ini, sama dengan yang terjadi pada daur litik. Virus akan menempel pada sel inang dan melubanginya dengan enzim lisozim.
2.      Tahap injeksi
Tahap injeksi juga sama seperti yang terjadi pada daur litik, dimana virus mulai memasukkan asam nukleat ke dalam sel inang dan melepaskan kapsid sudah tidak digunakan.
3.      Tahap penggabungan
Pada tahap penggabungan, virus akan memutus ikatan asam nukleat yang dimiliki sel inang dan masuk kedalamnya untuk menghubungkan rantai itu lagi.
4.       Tahap pembelahan
Pada tahapan ini, asam nukleat virus yang telah tergabung dengan DNA sel inang menjadi profage.
5.      Tahap pemisahan
Pada saat kondisi lingkungan buruk, profage yang semula tenang dan tidak merusak akan menjadi aktif. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh kedaaan lingkungan sekitar seperti radiasi ultraviolet.
6.      Tahap sintesis
Sama seperti daur litik, pada daur lisogenik DNA dan RNA dari sel inang kemudian digunakan untuk menggandakan asam nukleat virus sebanyak mungkin.
7.      Tahap perakitan
Sama seperti daur litik, pada daur lisogenik virus akan mulai merakit tubuh mereka.
8.      Tahap lisis
Tahap lisis merupakan tahap akhir dari daur lisogenik sempurna, dimana virus-virus mulai dibebaskan dari sel inangnya secara eksplosif dengan menggunakan enzim lisozim yang digunakan untuk menghancurkan sel inang.

3.      Pembajakan Lima Langkah
             Virus menggandakan dirinya sensiri dengan membajak materi genetik dari suatu sel hidup. Bagaimana bakteriofag T4 melaksanakan proses ini
a.       Siklus dimulai dengan merekatkan diri ke dinding sel bakteri
b.      Selama tahap penestrasi, DNA virus masuk ke sel.
c.       ia kemudian mengendalikan sel. Proses normal sel terhenti, dan sebagai gantinya ia membuat salinan bagian komponen virus.
d.      Dalam tahap penyusun bagian yang berbeda disatukan untuk menghasilkan virus baru.
e.       Akhirnya salinan atau virus (replika) keluar dari sel.
     Peranan Virus Bagi Kehidupan
1.      Virus yang Menguntungkan
a.       Untuk membuat antitoksin
b.      Untuk melemahkan bakteri
c.       Untuk reproduksi vaksin
2.      Virus yang Merugikan
1.      Menyebabkan penyakit pada manusia
a.         Orthomyxovirus yang menyebab kan influenza.
b.        Paramyxovirus menyebabkan penyakit campak
c.         Herpesvirus varicella menyebabkan cacar air.
d.        Virus hepatitis A dan Hepatitis B menyebabkan penyakit hepatitis.
2.      Menyebabkan penyakit pada hewan
a.       Polyma penyebab tumor pada hewan
b.      Rous Sarcoma Virus (RSV) penyebab kanker pada ayam
c.       Rhabdovirus penyebab rabies pada vertebrata
d.      Penyakit kuku dan mulut pada ternak seperti sapi dan kambing.
3.      Menyebabkan penyakit pada tumbuhan
a.       Virus Mozaik penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
b.      CVPD (citrus vein pholem degeneration) penyebab penyakit pada jeruk.
c.       Virus tungro, penyebab penyakit pada tanaman padi.

4.      Pengaruh infeksi oleh virus pada sel
       Gejala penyakit pada inangnya disebabkan oleh inveksi virus bervariasi dari tidak ada gejala sampai kepada kerusakan masif sel-sel yang terinfeksi dan membawa kematian. Didalam kultur jaringan kelompok – kelompok  sel –sel yang terbunuh (plak) telah digunakan untuk menghitung jumlah virus karena jumlah plak berbanding lurus dengan jumlah partikel virus infektif yang ada.  Pengaruh lain infeksi sel oleh virus mencakup pembentukan sel-sel raksasa (polikariota). Perubahan genetis seperti rusaknya kromosom, induksi pembentukan protein interferon oleh sel-sel yang terinfeksi yang mencegah terjadinya infeksi pada sel – sel yang sehat.        

Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan semoga blog mengenai materi virus secara umum ini dapat manambah ilmu pengetahuan mengenai virus bagi yang membacanya, Semoga bermanfaat.

30 komentar:

  1. Bagus... Ernis
    Materinya jelas,cuma aja msh kurang rapi.Dari pembahasan materi di atas saya ingin bertanya,bagaimana virus dapat memperbanyak diri ?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas saran dan pertanyaannya, virus memperbanyak diri dengan cara bereproduksi. cara reproduksinya menggunakan dua tahap yaitu dengan menggunakan tahap daur litik dan tahap daur lisogenik. Tahap daur litik digunakan jika jumlah sel inang atau bakterinya banyak sedangkan daur lisogenik digunakan jika jumlah sel inang atau bakterinya sedikit. Terima kasih semoga bermanfaat

      Hapus
  2. Materinya bagus dan bermanfaat bagi saya, hanya saja kurang rapi.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sarannya, saya akan memperbaiki tulisan saya agar lebih baik lagi

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Wah, tentang virus, bagus nih materinya, pemaparannya juga mudah dipahami dan bermanfaat bagi saya.
    Sukses selalu untuk blognyaa. Terima kasih

    BalasHapus
  5. Menarik materinya terima kasih

    BalasHapus
  6. Materi yang sangat menarik dan sangat membantu saya untuk semakin memahami materi materi pembelajaran mengenai virus ini sendiri .
    Hmmm ... Sedikit saran yaitu untuk bagian gambar nya mungkin agak lebih di perbesar lagi supaya lebih jelas sebagai pendukung materi yang sudah sangat menarik ini .
    Terimakasih 😄

    BalasHapus
  7. Materinya menarik terima kasih ilmunya saya jadi paham materi tentang virus

    BalasHapus
  8. Terima kasih materinya sangat menarik sukses yaa

    BalasHapus
  9. Terima kasih materinya sangat menarik sukses yaa

    BalasHapus
  10. Keren bahasannya lanjutkan post nya!!!

    BalasHapus
  11. Mantap materinya sukses terus dan semoga bermannfaat

    BalasHapus
  12. Materinya bagus dan sangat membantu
    Terima kasih

    BalasHapus
  13. Wahhh materiya bagus,menarik dan penjelasanya udah jelas mudah untuk dipahami. sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
  14. Materi nya menarik dan sangat bermanfaat terimakasih sukses ya

    BalasHapus
  15. Materinya yang bagus, terimakasih ernis

    BalasHapus
  16. Materi nya menarik, saya suka sangat menginsprirasi,teima kasih yaa semoga sukses selalu yaa ernis 👍👍

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Terimakasih manterinya membantu sekali

    BalasHapus
  19. Sangat bermanfaat. Terimakasih

    BalasHapus
  20. Sangat bermanfaat. Terimakasih

    BalasHapus
  21. Materi nya sangat lengkap,
    Hanya saja penulisannya kurang rapi

    BalasHapus
  22. Materi nya bagus. Mudah untuk dipahami

    BalasHapus
  23. Terima kasih atas saran dan komentarnya

    BalasHapus
  24. materinya sangat menarik,sukses teros ya

    BalasHapus