Senin, 03 Desember 2018

Media Pembelajaran Modern

  Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakathu,
  Apa yang anda ketahui mengenai media pembelajaran modern?
  Nah, disini saya akan membahas materi mengenai media pembelajaran modern.

         A.       Media, Pembelajaran, dan Modern
Mengajar merupakan usaha yang sangat kompleks bagi seorang guru. Pelaksanaan belajar mengajar yang baik dapat menjadi petunjuk tentang pengetahuan seorang guru dalam mengaplikasikan segala pengetahuan keguruanya. Seorang guru harus menggunakan media pembelajaran dalam poses mengajarnya karena sebagai usaha dalam mencapai tujuan belajarnya (Sardiman 2014). Media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin “medius” yang secara harfiah berarti tengah atau perantara. Terkait dengan semakin beragamnya media pengajaran, pemilihan media hendaknya memperhatikan beberapa prinsip. Kejelasan maksud dan tujuan pemilihan media apakah untuk keperluan hiburan, informasi umum, pembelajaran dan sebagainya. Familiaritas media, yang melibatkan pengetahuan akan sifat dan ciri-ciri media yang akan dipilih. Sejumlah media dapat diperbandingkan karena adanya beberapa pilihan yang kiranya lebih sesuai dengan tujuan pengajaran.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling bertukar informasi. Pembelajaran dapat diperoleh melalui sekolah formal maupun pembelajaran yang diperoleh melalui pengalaman pribadi. Modern adalah baru yang merujuk pada penemuan mesin atau alat teknologi yang lebih baru dan canggih yang bertujuan membantu cara kerja manusia dalam melaksanakan dan menyelesaikaan kerjaannya.
B.      Media Pembelajaran Modern
Media pembelajaran modern adalah seluruh alat dan bahan yang bisa dipakai untuk tujuan pendidikan media pembelajaran modern adalah suatu pembelajaran yang dalam proses belajar mengajarnya memanfaatkan atau  menggunakan media elektronik dan memanfaatkan teknologi yang tersedia seperti computer, LCD, dan Internet sebagai  alat penunjang belajar agar tujuan belajar dapat tercapai seperti aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif (Sanjaya 2012). Contoh dari media pembelajaran modern yaitu  Media berbasis telekomunikasi yaitu kuliah jarak jauh, telekonferen dan E-learning. Media berbasis mikroprosesor yaitu computer-assisted instruction, hipermedia. Media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi android contoh aplikasi kelas kita, google classroom, dan ruang guru. Computer Based Training (CBT) yaitu media pembelajaran modern yang menghasilkan kombinasi antara tulisan (teks), Suara (audio), gambar (vidio), serta animasi. Audiotape media pembelajaran modern yang digunakan bagi siswa dengan cara mendengar sebagai alternatif bagi siswa yang mempunyai kesulitan membaca. Web Based Training (WBT).  Alat proyeksi yaitu slide, infokus, komputer, dan penggunaan OHP.


C.        E-learning
E-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar dan memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training) (Mahnun2012).
D.      Media yang diproyeksikan
                Media yang tergolong sebagai media yang diproyeksikan yang selama ini dikenal adalah overhead transparansi (OHT). Transparansi OHT merupakan media proyeksi visual sederhana, yang penggunaannya diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Media tersebut bagian software berupa transparansi yang sering disebut sebagai OHT (Overhead transparancy), sedangkan hardware berupa proyektor atau OHP (Overhead projektor). Opaque projector adalah proyektor yang dapat menyorotkan gambar yang terdapat pada bidang yang opaque atau tidak tembus cahaya. Namun, dengan perkembangan teknologi telah memungkinkan komputer dan video dapat diproyeksikan dengan menggunakan peralatan khusus, yaitu LCD (Liquid Crystal Display).
        E.     Media Audio
              Media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Jenis yang dapat dimaksukkan dalam media audio antara lain: radio, tape recorder dan kasetnya, CD audio. Audio merupakan bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yaitu pita suara atau piringan suara, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga terjadi proses belajar-mengajar.
       F.      Media Audio Visual
Audio visual adalah alat-alat yang “audible” artinya dapat didengar dan alat-alat “visible” artinya dapat dilihat. Media audio visual merupakan media pembelajaran yang penyampaian pesannya secara audio visual yang dapat didengar dan dilihat. Alat-alat audio visual dapat menyampaikan pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkrit atau lebih nyata. Alat-alat audio visual tidak saja menghasilkan cara belajar yang efektif dalam waktu yang lebih singkat, tetapi apa yang diterima melalui media audio visual lebih lama dan lebih baik tinggal dalam ingatan. Yang termasuk audio visual adalah televisi dan video.
      G.    Hasil dari media pembelajaran modern
Media hasil teknologi cetak, merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Media hasil teknologi audio-visual yaitu cara menghasilkan dan menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer adalah cara mengasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor. Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer merupakan cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi dengan menggabungkan beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer.

DAFTAR PUSTAKA
Mahnun, N., 2012. Media Pembelajaran (Kajian Terhadap Langkah-Langkah pemilihan Media dan Implementasinya Dalam Pembelajaran). Jurnal Pemikiran Islam. 37(1).
Sanjaya, W., 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta : PT Fajar Interpratama Mandiri.

Sardiman, A. M., 2014. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sekian penjelasan materi media pembelajaran modern yang dapat saya sampaikan,  semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi yang membacanya. Sekian dan terimakasih.
Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakathu.

Minggu, 03 Juni 2018

virus

VIRUS SECARA UMUM
    Virus Organisme Aseluler
Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat berada diluar sel atau didalam sel. Diluar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein. Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat memperbanyak diri. Virus dapat menyebabkan penyakit dan agen hereditas. Sebagai penyebab penyakit virus menginfeksi sel dan akan menyebabkan perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan fungsi sel, atau menyebabkan kematian. Sebagai agen hereditas virus dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan biasanya tidak membahayakan bahkan bermanfaat.
    Struktur, Bentuk, dan Ukuran Virus
1.      Ciri-ciri Virus
a.    Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
b.      Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan.
c.   Digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan reproduksi, metabolisme, dan memiliki asam nukleat.
d.      Hanya dapat berkembang biak didalam sel atau jaringan yang hidup.
e.      Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
f.       Virus berasal dari bahasa latin yaitu venom yang berarti cairan yang beracun.
g.      Bersifat parasit.
2.      Struktur Virus
a.       Bagian pusat mengandung ADN atau ARN dikelilingi oleh selubung atau Kapsid dari protein.
b.      Kapsid dibentuk dari beberapa protein.
c.       Kapsomer mempunyai bentuk seperti prisma, heksagonal, dan pentagonal.
3.      Bentuk Virus
Bentuk virus bermacam-macam yaitu silindris, kotak, oval, memanjang dan polihedron.

4.      Ukuran Virus
Ukuran virus lebih kecil dari bakteri antara 30 nm -300 nm.

     Klasifikasi Virus
1.      Berdasarkan Tempat Hidupnya
a.       Virus pemakan bakteri (Bakteriofag).
Bakteriofag adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup. Bentuk luar bakteriofag terdiri dari kepala yang berbentuk heksagonal, leher dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Bagian ekor berfungsi untuk memasukan DNA virus ke dalam sel inangnya.
b.      Virus Tumbuhan
Virus yang parasit pada sel tumbuhan. Contoh virus yang menjadi parasit pada tumbuhan yaitu Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).
c.       Virus Hewan
Virus yang parasit pada sel hewan. Contoh virus yang menjadi parasit pada hewan yaitu Virus Poliomylitis, Virus Vaccina, dan Virus Influenza.
2.      Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat
Dibedakan menjadi DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ss).
3.      Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus
a.       Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus).
Virus ini memiliki nukleoplasid yang dibungkus oleh membran terdiri dari dua lipid dan protein. Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinfeksi contoh Herpesvirus, corronavirus, dan orthomuxovirus.
b.      Virus yang tidak memiliki selubung.
Hanya memiliki kapsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contohnya Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.
.   Perkembangbiakan Virus
Virus menginfeksi sel inangnya, dalam hal ini inangnya berupa makhluk hidup lain seperti bakteri, sel tumbuhan, sel hewan. Cara reproduksi virus dikenal dengan proliferasi.
1.      Tahap – Tahap Perkembangbiakan Virus
a.       Daur Litik
1.      Tahap penempelan (adsorbsi)
Pada tahap ini, virus akan menempel pada sel inang, dengan ikatan khusus antara kapsid protein virus dengan reseptor pada permukaan sel inang. Ikatan ini membuat virus hanya dapat menempel pada inang tertentu, apabila tidak cocok maka virus tidak dapat menempel.
2.      Tahap injeksi
Pada tahapan ini, virus mulai memasukkan DNA atau RNA yang terkandung didalamnya, sedangkan selubung protein dari asam nukleat yang disebut kapsid tetap berada diluar sel. Setelah semua sel genetik berhasil masuk ke dalam sel inang, maka kapsid akan terlepas dari sel karena sudah tidak berguna lagi bagi virus tersebut. Tahap ini dibedakan menjadi 2,yaitu: Penetrasi adalah tahap di mana virus berusaha melubangi membran plasma sel inang menggunakan enzim seperti lisozim pada bakteriofage.  Pelepasan adalah tahap di mana virus melepaskan sepenuhnya DNA atau RNA dari kapsidnya agar dapat menginfeksi inang.
3.      Tahap sintesis
Setelah berhasil menginjeksi asam nukleat, bakteriofage tersebut menghasilkan enzim untuk menghentikan sintesis molekul bakteri (protein, RNA, DNA). Setelah sintesis protein dan asam nukleat dari sel inang berhenti, virus akan mengambil alih proses metabolisme sel inang. DNA dan RNA dari sel inang kemudian digunakan untuk menggandakan asam nukleat virus sebanyak mungkin.
4.      Tahap perakitan
Pada tahap perakitan, virus akan membentuk tubuh mereka. Pada tahapan ini, kapsid yang telah terbentuk pada tahap sintesis akan mulai diisi dengan asam nukleat yang telah tereplikasi sehingga menjadi virus yang utuh.
5.      Tahap lisis
Setelah terbentuk virus-virus baru yang sempurna, maka induk virus akan mengeluarkan enzim lisozim untuk menghancurkan sel inang yang kemudian diikuti dengan pelepasan virus-virus baru. Virus-virus baru yang dilepaskan pada satu kali daur berkisar anatara 100 – 200 virus. Virus baru ini kemudian akan mencari sel lain untuk kemudian melanjutkan daur hidup mereka.
2.      Daur Lisogenik
1.      Tahap adsorbsi
Pada tahapan ini, sama dengan yang terjadi pada daur litik. Virus akan menempel pada sel inang dan melubanginya dengan enzim lisozim.
2.      Tahap injeksi
Tahap injeksi juga sama seperti yang terjadi pada daur litik, dimana virus mulai memasukkan asam nukleat ke dalam sel inang dan melepaskan kapsid sudah tidak digunakan.
3.      Tahap penggabungan
Pada tahap penggabungan, virus akan memutus ikatan asam nukleat yang dimiliki sel inang dan masuk kedalamnya untuk menghubungkan rantai itu lagi.
4.       Tahap pembelahan
Pada tahapan ini, asam nukleat virus yang telah tergabung dengan DNA sel inang menjadi profage.
5.      Tahap pemisahan
Pada saat kondisi lingkungan buruk, profage yang semula tenang dan tidak merusak akan menjadi aktif. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh kedaaan lingkungan sekitar seperti radiasi ultraviolet.
6.      Tahap sintesis
Sama seperti daur litik, pada daur lisogenik DNA dan RNA dari sel inang kemudian digunakan untuk menggandakan asam nukleat virus sebanyak mungkin.
7.      Tahap perakitan
Sama seperti daur litik, pada daur lisogenik virus akan mulai merakit tubuh mereka.
8.      Tahap lisis
Tahap lisis merupakan tahap akhir dari daur lisogenik sempurna, dimana virus-virus mulai dibebaskan dari sel inangnya secara eksplosif dengan menggunakan enzim lisozim yang digunakan untuk menghancurkan sel inang.

3.      Pembajakan Lima Langkah
             Virus menggandakan dirinya sensiri dengan membajak materi genetik dari suatu sel hidup. Bagaimana bakteriofag T4 melaksanakan proses ini
a.       Siklus dimulai dengan merekatkan diri ke dinding sel bakteri
b.      Selama tahap penestrasi, DNA virus masuk ke sel.
c.       ia kemudian mengendalikan sel. Proses normal sel terhenti, dan sebagai gantinya ia membuat salinan bagian komponen virus.
d.      Dalam tahap penyusun bagian yang berbeda disatukan untuk menghasilkan virus baru.
e.       Akhirnya salinan atau virus (replika) keluar dari sel.
     Peranan Virus Bagi Kehidupan
1.      Virus yang Menguntungkan
a.       Untuk membuat antitoksin
b.      Untuk melemahkan bakteri
c.       Untuk reproduksi vaksin
2.      Virus yang Merugikan
1.      Menyebabkan penyakit pada manusia
a.         Orthomyxovirus yang menyebab kan influenza.
b.        Paramyxovirus menyebabkan penyakit campak
c.         Herpesvirus varicella menyebabkan cacar air.
d.        Virus hepatitis A dan Hepatitis B menyebabkan penyakit hepatitis.
2.      Menyebabkan penyakit pada hewan
a.       Polyma penyebab tumor pada hewan
b.      Rous Sarcoma Virus (RSV) penyebab kanker pada ayam
c.       Rhabdovirus penyebab rabies pada vertebrata
d.      Penyakit kuku dan mulut pada ternak seperti sapi dan kambing.
3.      Menyebabkan penyakit pada tumbuhan
a.       Virus Mozaik penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
b.      CVPD (citrus vein pholem degeneration) penyebab penyakit pada jeruk.
c.       Virus tungro, penyebab penyakit pada tanaman padi.

4.      Pengaruh infeksi oleh virus pada sel
       Gejala penyakit pada inangnya disebabkan oleh inveksi virus bervariasi dari tidak ada gejala sampai kepada kerusakan masif sel-sel yang terinfeksi dan membawa kematian. Didalam kultur jaringan kelompok – kelompok  sel –sel yang terbunuh (plak) telah digunakan untuk menghitung jumlah virus karena jumlah plak berbanding lurus dengan jumlah partikel virus infektif yang ada.  Pengaruh lain infeksi sel oleh virus mencakup pembentukan sel-sel raksasa (polikariota). Perubahan genetis seperti rusaknya kromosom, induksi pembentukan protein interferon oleh sel-sel yang terinfeksi yang mencegah terjadinya infeksi pada sel – sel yang sehat.        

Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan semoga blog mengenai materi virus secara umum ini dapat manambah ilmu pengetahuan mengenai virus bagi yang membacanya, Semoga bermanfaat.